<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1013">
<titleInfo>
<title>PENGARUH PROPILEN GLIKOL TERHADAP PROFIL PELEPASAN IN VITRO TRANSFEROSOM ASAM ASKORBAT DALAM BENTUK SEDIAAN GEL</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DANA FEBRIANI AMNA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Farmasi</placeTerm></place>
<publisher>perpustakaan FKIK</publisher>
<dateIssued>2018</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Asam askorbat memiliki banyak fungsi bagi tubuh antara lain dalam biosintesis
kolagen, sebagai antioksidan, menstimulasi sel darah putih dan produksi antibodi, serta
dalam penyembuhan luka dan generasi jaringan. Asam askorbat yang diformulasikan
dalam bentuk sediaan semisolid memiliki kekurangan dalam hal kemampuan
penetrasinya ke dalam kulit karena sifatnya yang hidrofilik dan penghalang pada
stratum korneum. Sistem penghantaran obat transdermal dengan menggunakan sistem
vesikuler seperti transferosom yang merupakan vesikel fosfolipid yang memiliki sifat
yang fleksibel sehingga memudahkan penetrasi senyawa obat ke dalam stratum
korneum.
Telah dilakukan penelitian tentang Pengaruh Propilen Glikol Terhadap
Pelepasan In Vitro Transferosom Asam Askorbat Dalam Bentuk Sediaan Gel yang
bertujuan untuk mengetahui profil pelepasan in vitro asam askorbat dalam bentuk
sediaan gel. Transferosom asam askorbat dibuat dengan perbandingan konsentrasi
tween 80 : fosfatidilkolin sebanyak 25% : 75%. Dan sediaan gel dibuat dalam dua
formula yaitu formula I yang merupakan formula sedian gel tanpa penggunaan
propilen glikol dan formula II yaitu sediaan gel dengan penggunaan propilen glikol 15
%. Uji Penetrasi yang dilakukan dengan metode sel difusi franz yang telah
dimodifikasi dan menggunakan membran human cadaver skin.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Propilen glikol dengan konsentrasi 15%
dalam sediaan gel transferosom asam askorbat berpengaruh signifikan (p</note>
<classification>SKRIPSI FAR528</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Repositori FKIK UINAM Perpustakaan FKIK UIN Alauddin Makassar</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI FAR528</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">FAR528</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>FAR528</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="1301" url="" path="/PDF Skripsi Dana Febriani Amna_Farmasi.pdf" mimetype="application/pdf">Pengaruh Propilen Glikol Terhadap Pelepasan In Vitro Transferosom Asam Askorbat Dalam Bentuk Sediaan Gel</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>1013</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-09-21 13:37:49</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-21 13:48:53</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>