<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1015">
<titleInfo>
<title>PENENTUAN INDEKS GLIKEMIK BONGGOL PISANG AMBON (Musa paradisiaca var. sapientum), KEPOK (Musa paradisiaca var. formatypica) DAN RAJA (Musa paradisiaca var. raja) TERHADAP HEWAN COBA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RISKA ZAIN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Farmasi</placeTerm></place>
<publisher>perpustakaan FKIK</publisher>
<dateIssued>2017</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Pemanfaatan limbah bonggol pisang yang masih kurang perlu diperhatikan
lagi mengingat cukup tingginya kandungan gizi pada bagian tanaman tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks glikemik (IG) varietas bonggol
pisang yang diberikan secara oral pada tikus. Bonggol pisang yang diteliti antara
lain, bonggol pisang ambon (Musa paradisiaca var. sapientum), Kepok (Musa
paradisiaca var. formatypica) dan Raja (Musa paradisiaca var. raja). Tikus
dikelompokkan menjadi 5 kelompok masing-masing terdiri dari 3 ekor. Bonggol
pisang diberikan dalam bentuk tepung yang disuspensikan ke dalam NaCMC 0,1%
dengan dosis 2,5g/kg berat badan (BB), kontrol positif berupa glukosa pemberian
oral dosis 2,5 g/kgBB. Dilakukan pengambilan sampel darah hewan uji pada jam
ke 0 (sebelum pemberian senyawa uji atau kontrol); 0,5; 1 dan jam ke-2 setelah
pemberian senyawa uji. Serum darah selanjutnya ditetapkan kadar glukosanya
menggunakan glukometer. Data berupa kadar glukosa darah hewan uji versus
waktu dianalisis menjadi Area Under Curve (AUC) kadar glukosa versus AUC (0-
2 jam). Perhitungan IG dilakukan dengan membandingkan AUC (0-2 jam) senyawa
uji terhadap AUC (0-2 jam) glukosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga
varietas bonggol pisang tersebut memiliki nilai IG rendah, dimana tepung bonggol
pisang ambon memiliki nilai indeks glikemik sebesar 32,5; tepung bonggol pisang
kepok sebesar 25,5; dan tepung bonggol pisang raja sebesar 45,6. Bonggol pisang
tersebut dapat dikembangkan sebagai sumber pangan yang sehat.
Kata Kunci: Tepung bonggol pisang, Indeks Glikemik</note>
<classification>SKRIPSI FAR539</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Repositori FKIK UINAM Perpustakaan FKIK UIN Alauddin Makassar</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI FAR539</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">FAR539</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>FAR539</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="1305" url="" path="/Skripsi RISKA ZAIN TTD.pdf" mimetype="application/pdf">Penentuan Indeks Glikemik Bonggol Pisang Ambon (Musa paradisiaca var. sapientum), Kepok (Musa paradisiaca var. formatypica) dan Raja (Musa paradisiaca var. raja) Terhadap Hewan Coba Tikus Putih (Rattus norvegicus)</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>1015</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-09-21 13:52:15</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-21 13:56:01</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>