<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1051">
<titleInfo>
<title>Gambaran Perbandingan Berat Badan Bayi Yang Mengonsumsi Susu Formula Dengan ASI Di Rumah Bersalin Mattiro Baji Kabupaten Gowa Tahun 2016</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Sri Wulandari</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Kebidanan</placeTerm></place>
<publisher>perpustakaan FKIK</publisher>
<dateIssued>2016</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Pengukuran berat badan merupakan pengukuran antropometri terpenting
dalam memeriksa status gizi bayi atau balita. Bayi yang mendapat ASI eksklusif
sebelum usia 6 bulan mempunyai risiko rendah untuk mengalami kelebihan berat
badan sedangkan sebaliknya bayi yang mengonsumsi susu formula berisiko tinggi
kelebihan berat badan. Banyaknya ibu yang tidak mengetahui manfaat ASI
ekslusif, sehingga memberikan susu formula yang menawarkan berbagai macam
keunggulan pada bayi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran
perbandingan berat badan bayi yang mengonsumsi susu formula dengan ASI.
Jenis penelitian yang digunakan adalah metode statistik deskriptif.
Penelitian ini dilakukan di Rumah Bersalin Mattiro Baji Gowa pada bulan
September sampai Oktober 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah bayi yang
berusia 3 sampai 6 bulan. Teknik pengambilan sampel adalah Purposive Sampling
dengan sampel sebanyak 78 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Perbandingan status gizi bayi
yang mengkonsumsi ASI dan susu formula menunjukkan bahwa bayi yang
mengkonsumsi ASI mayoritas memiliki status gizi baik yaitu sebanyak 36 bayi
(92,3%) sedangkan pada bayi yang mengkonsumsi Susu formula rata-rata
memiliki status gizi dengan Obesitas yaitu sebanyak 23 bayi (59%).
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka disarankan kepada
petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan tentang pentingnya ASI
terhadap status gizi bayi, karena dengan konsumsi ASI status gizi bayi lebih baik
dibandingkan susu formula.
Kata Kunci : Berat Badan Bayi, ASI dan Susu Formula</note>
<classification>SKRIPSI KEB49</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Repositori FKIK UINAM Perpustakaan FKIK UIN Alauddin Makassar</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KEB49</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">KEB49</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>KEB49</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="1343" url="" path="/6. BAB I.pdf" mimetype="application/pdf">Gambaran Perbandingan Berat Badan Bayi Yang Mengonsumsi Susu Formula Dengan ASI Di Rumah Bersalin Mattiro Baji Kabupaten Gowa Tahun 2016</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>1051</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-09-22 08:43:22</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-22 08:45:51</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>