<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1193">
<titleInfo>
<title>Gambaran Faktor Risiko Kejadian Mioma Uteri di RSUD Labuang Baji Makassar Tahun 2014</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ATIRA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Kebidanan</placeTerm></place>
<publisher>perpustakaan FKIK</publisher>
<dateIssued>2014</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Mioma uteri merupakan tumor jinak yang paling sering ditemukan, yaitu sekitar satu dari empat wanita selama masa reproduksi yang aktif. Mioma uteri sering ditemukan pada wanita usia reproduksi (20-25%) dimana prevalensi mioma uteri meningkat lebih dari 70% dengan pemeriksaan patologi anatomi uterus, membuktikan banyak wanita yang menderita mioma uteri asimptomatik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor risiko kejadian
mioma uteri di RSUD Labuang Baji Makassar tahun 2013 dari 3 aspek yaitu: umur, paritas, dan menarche. Dilaksanakan sejak tanggal 21 Juli-21 Agustus 2014. Jenis penelitian yang digunakan bersifat deskriptif, populasi sebanyak 43 orang dan diperoleh sampel sebanyak 39 orang yang dipilih secara purposive sampling dengan menggunakan data sekunder.
Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa dari 39 penderita mioma  uteri kejadian mioma uteri dengan frekuensi tertinggi yaitu 28 penderita (71,80%) dengan kelompok umur &#62;40 tahun, 11 penderita (28,20%) dengan kelompok umur ≤40 tahun. Terdapat 8 orang (28,52%) dengan paritas ≤ 1 anak, 31 orang (79,48%) untuk kelompok paritas &#62;1 anak. Terdapat 1 orang (2,57%) kelompok menarche ≤ 10 tahun dan 38 orang ( 97,43%) kelompok menarche &#62;10 tahun.
Kesimpulan penelitian adalah bahwa kejadian mioma uteri sebagai faktor
risiko utama yaitu umur penderita karena mioma uteri paling sering ditemukan
pada wanita dengan usia produktif dan beberapa faktor lain yang bisa memicu terjadinya mioma uteri. Oleh karena itu perlu dilakukan pemeriksaan dan pencegahan dini terhadap masalah kesehatan reproduksi wanita.

Daftar Pustaka : 27 (2005 – 2012)
Kata kunci : Faktor risiko, mioma uteri, umur, paritas, dan menarche</note>
<classification>SKRIPSI KEB0329</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Repositori FKIK UINAM Perpustakaan FKIK UIN Alauddin Makassar</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KEB0329</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">KEB0329</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>KEB0329</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="1490" url="" path="/BAB I.docx" mimetype="application/msword">Gambaran Faktor Risiko Kejadian Mioma Uteri di RSUD Labuang Baji  Makassar Tahun 2014</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>1193</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-09-23 08:06:02</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-23 08:07:41</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>