<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="123">
<titleInfo>
<title>PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI MIKROKRISTALIN SELULOSA DARI LIMBAH BONGGOL PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L.)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>YURI ERIKA ARIFIN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Farmasi</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2019</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">CD-ROM</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>ABSTRAK
Pisang merupakan tanaman yang berasal dari Asia Tenggara seperti Indonesia yang hasil produksi pertaniannya 
melimpah, sehingga tak dapat dipungkiri masih meninggalkan  limbah (daun, batang, kulit buah dan bonggolnya) 
seperti jenis pisang kepok (Musa paradisiaca L.) yang masih belum mendapatkan penanganan.
Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah bonggol pisang kepok (Musa paradisiaca L.) sebagai 
bahan baku dalam pembuatan mikrokristalin selulosa dengan menggunakan dua tahap utama yaitu tahap delignifikasi 
dengan NaOH dan tahap hidrolisis asam dengan HCl 2,5 N. Pada tahap delignifikasi dilakukan penentuan konsentrasi 
optimum NaOH antara 5%; 7,5%; 10%; 12,5% dan  15% dengan adanya penentuan kadar α-selulosa pada tiap 
konsentrasi, disiapkan 100 gram serbuk dilarutkan dengan NaOH selama 24 jam sebelum disaring dan dibilas dengan 
aquadest hingga pH netral. Pada tahap ini hasil yang optimum diperoleh dari konsentrasi  NaOH 10%. Hasil ini 
kemudian di bleaching (pemutihan) dengan NaCIO 5% lalu dilanjutkan dalam tahap hidrolisis asam menggunakan HCl 
2,5 N dengan cara diaduk selama 10 menit lalu disaring dan dibilas dengan aquadest hingga pH netral dan diperoleh 
hasil sebesar 5,95 gram mikrokristalin selulosa.
Selanjutnya dilakukan karakteristik organoleptik, kelarutan, pH, daya alir dan sudut diam serta FTIR yang 
hasilnya menunjukkan hasil yang sesuai dengan mikrokristalin selulosa sebagai standar baku pembanding yang 
terdapat pada Farmakope Indonesia Edisi V dan Handbooks of Pharmaceutical Excipients Edisi 6.
Kata kunci: Bonggol Pisang kepok, Mikrokristalin selulosa, FTIR.</note>
<classification>Far 433</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Repositori FKIK UINAM Perpustakaan FKIK UIN Alauddin Makassar</physicalLocation>
<shelfLocator>Far 433</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">Far 4331</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library (Multimedia FKIK)</sublocation>
<shelfLocator>Far 433</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="69" url="" path="/JURNAL_YURI ERIKA ARIFIN_70100114058_2019_JURNAL FARMASI.pdf" mimetype="application/pdf">PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI MIKROKRISTALIN SELULOSA DARI LIMBAH BONGGOL PISANG  KEPOK (Musa paradisiaca L.)</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>123</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-02-10 14:35:22</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-02-10 14:35:43</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>