<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1362">
<titleInfo>
<title>Faktor-Faktor Yang Berhubungan Perilaku Pengawas Menelan Obat Dengan Keteraturan Minum Obat Penderita Tuberkulosis Paru</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RISKA DAMAYANTI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Keperawatan</placeTerm></place>
<publisher>perpustakaan FKIK</publisher>
<dateIssued>2013</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang  yang disebabkan oleh mycobacterium tubercolusis. Pengobatan tuberkulosis berlangsung setidaknya 6 bulan dengan obat anti tuberkulosis (OAT) sesuai standar WHO dan harus teratur. Akibat dari ketidakaturan minum obat tuberkulosis dapat mengakibatkan MDR (Multi Drugs Resistence ) atau terjadi kekebalan sehingga kuman tuberkulosis sulit untuk disembuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku pengawas menelan obat dengan keteraturan minum obat penderita tuberkulosis di Puskesmas Makkasau  Kota Makassar Tahun 2012.
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh pengawas menelan obat (PMO) yang mendampingi penderita tuberkulosis di puskesmas makkasau kota makassar. Sampel penelitian ini adalah berjumlah 30 sampel. Tekhnik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Untuk mendapatkan data yang akurat dalam penelitian ini digunakan lembar kuisioner. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan teknik statistik yakni uji Chi-Square dengan uji alternatif Fisher’s Exact Test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan perilaku pengawas menelan obat dengan keteraturan minum obat penderita tuberkulosis di Puskesmas Makkasau Kota Makassar.  Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis menyarankan agar institusi kesehatan dapat memberikan penyuluhan tentang perilaku pengawas menelan obat dengan keteraturan minum obat penderita tuberkulosis sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang benar.

Kata kunci: tuberkulosis,obat, pengawas menelan obat</note>
<classification>SKRIPSI KEP153</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Repositori FKIK UINAM Perpustakaan FKIK UIN Alauddin Makassar</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KEP153</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">KEP153</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>KEP153</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="1661" url="" path="/BAB I-IV.docx" mimetype="application/msword">Faktor-Faktor Yang Berhubungan Perilaku Pengawas Menelan Obat Dengan Keteraturan Minum Obat Penderita Tuberkulosis Paru</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>1362</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-09-24 12:08:07</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-24 12:09:53</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>