<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1368">
<titleInfo>
<title>Pengaruh Senam Otak Terhadap Kecemasan Pada Anak Usia Sekolah Yang Mengalami Hospitalisasi</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>SARIFAH MUSNAYNI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Keperawatan</placeTerm></place>
<publisher>perpustakaan FKIK</publisher>
<dateIssued>2016</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Kecemasan pada hospitalisasi akan menimbulkan perasaan tidak nyaman baik pada anak maupun keluarga, sehingga diperlukan proses penyesuaian diri untuk mengurangi, meminimalkan kecemasan supaya tidak berkembang menjadi krisis. Salah satu media terapi dalam menurunkan kecemasan adalah senam otak. Senam otak merupakan rangkaian gerakan sederhana yang merangsang kerja otak dan fungsi otak secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam otak terhadap kecemasan pada anak usia sekolah yang mengalami hospitalisasi. Metode: True Eksperimental pre test post test control group design. Tempat penelitian di RS Islam Faisal Kota Makassar dan RS Labuang Baji Kota Makassar. Analisa data menggunakan uji statistic Independen T-test. Pengumpulan sampel menggunakan teknik Random Alokasi, diperoleh 14 sampel dengan 7 responden kelompok perlakuan dan responden sebagai kelompok kontrol. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan nilai p value=0,000, yang berarti ada perbedaan bermakna tingkat kecemasan pre-test dengan post test setelah dilakukan senam otak. Diskusi: Apabila seseorang mengalami kecemasan maka korteks cerebri mengirimkan tanda bahaya ke hipotalamus yang akan mengakibatkan ketegangan motorik, hiperaktivitas sistem saraf otonom dan meningkatnya kewaspadaan. Metode yang digunakan untuk membantu menurunkan kecemasan dengan cara melakukan terapi senam otak.. Dengan gerakan –gerakan senam otak dapat mengaktifkan neocortex dan saraf parasimpatik yang dapat meredakan ketegangan psikis maupun ketegangan fisik. Jadi dapat disimpulkan bahwa senam otak berpengaruh terhadap penurunan kecemasan.
Kata Kunci: Anak Usia Sekolah, Kecemasan, Senam Otak</note>
<classification>SKRIPSI KEP63</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Repositori FKIK UINAM Perpustakaan FKIK UIN Alauddin Makassar</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KEP63</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">KEP63</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>KEP63</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="1668" url="" path="/BAB IV.pdf" mimetype="application/pdf">Pengaruh Senam Otak Terhadap Kecemasan Pada Anak Usia Sekolah Yang Mengalami Hospitalisasi</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>1368</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-09-24 12:27:11</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-24 12:34:32</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>