<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1382">
<titleInfo>
<title>FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENYESUAIAN DIRI ORANG TUA TERHADAP ANAK RETARDASI MENTAL DI SEKOLAH LUAR BIASA NEGERI (SLBN) MINASATE’NE KABUPATEN PANGKEP</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>NURJAYATRI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Keperawatan</placeTerm></place>
<publisher>perpustakaan FKIK</publisher>
<dateIssued>2012</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Anak retardasi mental adalah kondisi terbatasnya intelegensi, tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari sendiri, keterbatasan dalam memahami perilaku sosial dan perkembangan keterampilan sosial. Tanggapan negatif masyarakat tentang anak retardasi mental menimbulkan berbagai macam reaksi orang tua seperti: orang tua tidak mengakui, mengucilkan, merasa malu dan anak retardasi mentalpun disembunyikan dari masyarakat. Di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Minasate’ne Kabupaten Pangkep tercatat sekitar 19,3% anak penderita retardasi mental, 11,9% diantaranya diderita oleh anak laki-laki dan 6,4% diderita oleh anak perempuan. Oleh karena itu, perlu diteliti faktor-faktor yang memengaruhi penyesuaian diri orang tua terhadap anak retardasi mental.
Penelitian dilaksanakan di SLBN Minasate’ne Kabupaten Pangkep pada tanggal 26 juni sampai tanggal 5 juli 2012. Variabel penelitian ini mencakup variabel dependen yaitu penyesuaian diri orang tua dan variabel independen yaitu kemampuan mempertahankan hubungan, keyakinan religius, pendidikan, kondisi kesehatan dan desain penelitian adalah cross sectional dengan total sampling yaitu 20 orang tua, instrumen penelitian berupa kuesioner dengan analisa data univariat dengan tabel frekuensi dan bivariat menggunakan uji chi-square.
Hasil penelitian menujukkan bahwa yang memengaruhi adalah Kemampuan mempertahankan hubungan dengan nilai ρ = 0,010, keyakinan religius dengan nilai ρ = 0,035, kondisi kesehatan dengan nilai ρ = 0,002. Dalam hal ini, peneliti menyarankan perlu dilakukan kegiatan penyuluhan untuk menambah pemahaman orang tua hingga nantinya diharapkan para orang tua mampu menerima kondisi anak retardasi mental. Orang tuapun dapat menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya dan memandang apa yang terjadi sebagai hal positif dan bukan akhir dari segala-galanya. Hingga akhirnya orang tua dapat memberikan perhatian, pengasuhan dan dukungan yang tepat pada anak retardasi mental guna penyesuaian dirinya.
.
Kata Kunci : Penyesuaian diri, retardasi mental</note>
<classification>SKRIPSI KEP186</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Repositori FKIK UINAM Perpustakaan FKIK UIN Alauddin Makassar</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KEP186</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">KEP186</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>KEP186</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>1382</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-09-24 12:59:46</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-24 13:01:24</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>