<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1397">
<titleInfo>
<title>Faktor Risiko Kejadian Akne Vulgaris Di SMA Negeri 10 Makassar</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DEDI YATMAN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Keperawatan</placeTerm></place>
<publisher>perpustakaan FKIK</publisher>
<dateIssued>2013</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Hampir seluruh remaja pernah mendapat jerawat pada mukanya yang kadang kala sangat mengganggu kehidupan sosialnya. Dampak psikologis dan sosial jerawat menjadi perhatian besar terutama karena mempengaruhi remaja pada waktu mereka sedang mengembangkan kepribadian mereka, di SMA Negeri 10 Makassar ditemukan 165 (23,6%) murid dengan akne vulgaris dan belum ada penelitian tentang akne vulgaris di SMA 10 Makassar .Tujuan dari penelitian ini diketahuinya faktor risiko yang dominan terhadap kejadian akne vulgaris SMA Negeri 10 Makassar.
Metode penelitian yang dipergunakan adalah metode kuantitaif yaitu survei analitik dengan desain penelitian Case Control dengan pendekatan retrospketif dengan teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling, sebanyak 80 responden yang terdiri dari 40 responden kasus dan 40 responden kontrol. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 10 Makassar pada tanggal 24 Juli 2013 – 26 Juli 2013. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji Regresi Logistik 
Dari hasil penelitian didapatkan hasil faktor risiko kebersihan merupakan faktor risiko yang paling dominan  terhadap kejadian akne vulgaris di SMA Negeri 10 makassar diperoleh nilai signifikan sebesar 0,004 (nilai signifikan  &#60; 0,05) Exp(B) sebesar 6,123 confidencial interval for Exp(B) 95% 1,789-20,956.
 Kesimpulannya adalah Hipotesisi aternatif diterima yang berarti faktor risiko kebersihan merupakan faktor risiko yang dominan terhadap kejadian akne vulgaris di SMA 10 Makassar. Saran kepada remaja yang mempunyai riwayat akne vulgaris dari kedua orang tua agar memperhatikan faktor risiko akne vulgaris terutama faktor risiko kebersihan guna untuk menghidari timbulnya atau terjadinya keparahan akne vulgaris.</note>
<classification>SKRIPSI KEP1118</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Repositori FKIK UINAM Perpustakaan FKIK UIN Alauddin Makassar</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KEP1118</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">KEP118</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>KEP118</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="1699" url="" path="/BAB IV.docx" mimetype="application/msword">Faktor Risiko Kejadian Akne Vulgaris Di SMA Negeri 10 Makassar</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>1397</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-09-27 07:54:33</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-27 07:57:12</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>