<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1414">
<titleInfo>
<title>HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN CACINGAN PADA ANAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMANGAPA ANTANG MAKASSAR</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>IRAWATI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Keperawatan</placeTerm></place>
<publisher>perpustakaan FKIK</publisher>
<dateIssued>2013</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Penyakit-penyakit infeksi di Indonesia pada umumnya masih cukup tinggi. Salah satu penyakit yang insidennya masih tinggi adalah infeksi cacingan yakni cacing usus yang ditularkan melalui tanah (soil transmitted helminthiasis). Hal ini terjadi mengingat bahwa Indonesia adalah negara agraris dengan tingkat sosial ekonomi, pengetahuan, keadaan sanitasi lingkungan dan hygiene masyarakat masih rendah serta beriklim tropis sehingga sangat memungkinkan untuk terjadinya infeksi dan penularan cacing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan personal hygiene  dengan kejadian cacingan pada anak di wilayah kerja Puskesmas Tamangapa Antang Makassar.
Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan pendekatan case control yakni suatu penelitian (survey) analitik dimana dilakukan identifikasi subjek (kasus) yang telah terkena penyakit (efek), kemudian ditelusuri secara retrospektif ada atau tidak adanya faktor resiko yang berperan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak yang terdiagnosa cacingan pada bulan Januari sampai Mei 2013 sebanyak 40 kasus dan sebanyak 40 anak yang tidak cacingan di wilayah kerja Puskesmas Tamangapa Antang Makassar. Teknik penarikan sampel adalah dengan menggunakan total sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan rumus statistik uji Chi-square dengan derajat kemaknaan (α=0,05) dan untuk melihat kejelasan tentang dinamika hubungan antara faktor resiko dan efek dilihat melalui nilai rasio odds (OR).
Berdasarkan analisis Chi-square dengan uji pearson chi-square antara variabel personal hygiene dengan kejadian cacingan diperoleh nilai ρ sebesar 0,000. Karena nilai ρ &#60; 0,05 yaitu 0,000 (OR= 21,000, 95%CI 4,5-99,1), maka hipotesis alternatif diterima. Sehingga personal hygiene merupakan faktor resiko terjadinya efek sebab OR &#62; 1.
Kesimpulan yang dapat ditarik adalah ada hubungan personal higiene dengan kejadian cacingan pada anak. Oleh sebab itu sosialisasi tentang personal higiene dan pemberian obat cacing tetap dilaksanakan puskesmas dalam rangka mencegah terjadinya peningkatan prevalensi kecacingan dimasa mendatang.</note>
<classification>SKRIPSI KEP165</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Repositori FKIK UINAM Perpustakaan FKIK UIN Alauddin Makassar</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KEP165</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">KEP165</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>KEP165</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="1719" url="" path="/BAB I-IV.docx" mimetype="application/msword">HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN CACINGAN PADA ANAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMANGAPA ANTANG MAKASSAR</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>1414</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-09-27 08:21:53</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-27 08:26:52</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>