<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1596">
<titleInfo>
<title>Analisis Efektivitas Biaya Kombinasi Obat AntihipertensiTerhadap Pasien Hipertensi Di Instalasi Rawat Inap RSUD I Lagaligo Kabupaten Luwu Timur</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>AFRIANDI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Perpustakaan FKIK</placeTerm></place>
<publisher>perpustakaan FKIK</publisher>
<dateIssued>2021</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Hipertensi merupakan kelainan, suatu gejala yang timbul dari adanya gangguan pada mekanisme regulasi tekanan darah dan termasuk menjadi faktor risiko untuk penyakit kardiovaskular. Diketahui bahwa sekitar 25% dari penduduk dunia terkena gangguan ini. Dengan melakukan pola hidup yang baik, penanganannya juga terdiri dari pengobatan, biasanya dilakukan seumur hidup untuk menurunkan tekanan darah agar tidak muncul komplikasi atau penyakit lainnya (Tjay &#38; Kirana Rahardja, 2015).
Hipertensi menjadi tantangan besar yang dialami di Indonesia. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2013, hipertensi memiliki masalah kesehatan tertinggi dengan prevalensi mencapai 25,8%. Beberapa obat antihipertensi belum sepenuhnya memadai walaupun obat-obatan yang efektif banyak tersedia. Berdasarkan hasil Riskesdas di tahun 2013 kasus hipertensi di Indonesia menduduki peringkat 6 dari 10 kategori termasuk penyakit tidak menular kronis. Sehingga pada prevalensi kasus hipertensi di indonesia mencapai hasil terkait
pengukuran tekanan darah bagi penduduk yang berusia ≥ 18 tahun terjadi penurunan angka dari 31,7% di tahun 2007 menjadi 25,8% (Kemenkes.RI, 2014).
Hipertensi terjadi peningkatan tekanan darah sistolik yang mencapai lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Tekanan darah yang meningkat dalam jangka waktu yang lama, dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal, jantung, dan otak. Bila tidak segera dideteksi maka peningkatan kerusakan yang terjadi semakin tinggi. Pasien dengan tekanan darah yang tidak terkontrol semakin meningkat (Kemenkes.RI, 2014)</note>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Repositori FKIK UINAM Perpustakaan FKIK UIN Alauddin Makassar</physicalLocation>
<shelfLocator>FAR 2003</shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="1904" url="" path="/ADA PENGESAHAN KTI LENGKAP NERS NURUL AZHARI.pdf" mimetype="application/pdf">Analisis Efektivitas Biaya Kombinasi Obat AntihipertensiTerhadap Pasien Hipertensi Di Instalasi Rawat Inap RSUD I Lagaligo Kabupaten Luwu Timur</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>1596</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-05-27 11:19:24</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-05-27 11:19:24</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>