<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1815">
<titleInfo>
<title>Analisis Asuhan Keperawatan pada Pasien DM Tipe 2 dengan 
ketidakstabilan kadar glukosa darah menggunakan intervensi Slow 
Deep Breathing Exercise di RSUP Wahidin Sudirohusodo</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Muhammad Fauzan Adhima</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">UIN Alauddin Makassar</placeTerm></place>
<publisher>UIN Alauddin Makassar</publisher>
<dateIssued>2024</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Diabetes Melitus menjadi penyakit tidak menular sebagai 
penyumbang angka mortalitas nomor tujuh (7) di dunia dan menjadi penangan 
prioritas World Health Organitation 2030. Prevalensi diabetes melitus terus 
meningkat diasetiap tahunnya IDF (2021) mencatat 537 juta jiwa dengan kasus 
diabetes melitus dan diproyeksikan kasus diabetes melitus akan terus meningkat 
mencapai 643 juta jiwa pada tahun 2030. Penyakit DM merupakan penyakit 
metabolik kronik yang ditandai dengan hiperglimik yang membutuhkan 
penanganan yang serius. DM dapat memicu penyakit lain seperti kegagalan pada 
organ mata, ginjal, saraf, jantung, dan pembuluh darah. Hal itu dipicu oleh 
gangguan sekresi insulin maupun gangguan kerja insulin atau keduanya pada pasien 
DM. Dampak dari hiperglikemia tersebut dapat memicu terjadinya komplikasi 
berupa, komplikasi mikrovaskuler dan komplikasi makrovakuler Tujuan : Tujuan 
dari penelitian studi kasus ini untuk mengetahui analisis asuhan keperawatan pada 
DMT2 dengan ketidakstabilan kadar glukosa  darah menggunakan intervensi Slow 
Deep Breathing Exercise (SDB).Metode: penelitian ini merupakan studi kasus 
dengan teknik pengumpulan data berdasarkan lembar obsrvasi deskriptif hasil 
pemeriksaaan Glukosa darah menggunakan glucometer. Hasil : Setelah diberikan 
terapi komplementer berupa Slow Deep Breathing selama tiha (3) hari secara 
intensif mampu memberikan penurunan tingkat kadar glukosa darah pada pasien 
DMT2, dengan hasil GDS 215 mm/Hg, sebelum diberikan terapi SDB, menjadi 172 
mm/Hg setelah diberikan terapi SDB.  Kesimpulan berdasarkan hasil evaluasi 
Slow Deep Breathing (SDB) terbukti secara ilmiah mampu menurunkan tingkat 
kadar glukosa darah sebanyak 43 mm/Hg selama 3 hari pemeberian terapi pada 
pasien DMT2.</note>
<subject authority=""><topic>KEPERAWATAN FORENSIK</topic></subject>
<classification>600</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Repositori FKIK UINAM Perpustakaan FKIK UIN Alauddin Makassar</physicalLocation>
<shelfLocator>600</shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="2039" url="" path="/MUHAMMAD FAUZAN ADHIMA.pdf" mimetype="application/pdf">Analisis Asuhan Keperawatan pada Pasien DM Tipe 2 dengan  ketidakstabilan kadar glukosa darah menggunakan intervensi Slow  Deep Breathing Exercise di RSUP Wahidin Sudirohusodo</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>1815</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-29 08:09:58</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-29 08:09:58</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>