<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1829">
<titleInfo>
<title>Analisis 
Tingkat 
Kepatuhan 
Penggunaan Obat Pada Pasien 
Glaukoma Sudut Terbuka Primer Di 
Rumah Sakit Mata Makassar.</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Nur Afri Ningsih</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">UIN Alauddin Makassar</placeTerm></place>
<publisher>UIN Alauddin Makassar</publisher>
<dateIssued>2024</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Glaukoma sebagai penyebab kebutaan kedua setelah katarak, bersifat 
permanen atau tidak dapat dipulihkan, serta memerlukan pengobatan 
berkelanjutan. Glaukoma Sudut Terbuka Primer (POAG) merupakan jenis 
glaukoma yang bersifat kronis yang biasanya ditandai dengan berkurangnya 
lapang pandang pada penglihatan. Diperkirakan jumlah orang yang kehilangan 
penglihatan akibat glaukoma mencapai 11,4 juta di tahun 2020 dan akan terus 
bertambah hingga 20% di tahun 2040. Penelitian ini bertujuan untuk 
mengetahui tingkat kepatuhan pasien Glaukoma Sudut Terbuka Primer 
(POAG) Rumah Sakit Mata Makassar dalam menggunakan obat anti-glaukoma 
untuk mencegah kebutaan akibat glaucoma sudut terbuka primer. Penelitian 
deskriptif dengan pendekatan kuantitatif ini menggunakan instrumen 
kuesioner dengan jenis kuesioner MMAS-8 yang dibagikan pada 92 responden. 
Variabel yang diamati adalah usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir dan jenis 
pekerjaan terhadap tingkat kepatuhan pasien. Hasil menunjukkan bahwa  dari 
total responden diperoleh usia tertinggi yaitu berada di rentan usia ≤ 60 tahun 
yang mayoritasnya adalah responden berjenis kelamin perempuan, dengan 
tingat Pendidikan tinggi serta swasta/wiraswasta sebagai pekerjaan 
terbanyak. Tingat Kepatuhan diperoleh skala sedang dengan 2 faktor yang 
berpengaruh signifikan yaitu tingkat pendidikan dan pekerjaan dengan p value 
= 0,000 &#60; 0,005. Kesimpulannya, Kepatuhan penggunaan obat dipengaruhi 
oleh tingkat Pendidikan terakhir dan jenis pekerjaan responden</note>
<subject authority=""><topic>farmasi</topic></subject>
<classification>615</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Repositori FKIK UINAM Perpustakaan FKIK UIN Alauddin Makassar</physicalLocation>
<shelfLocator>615</shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="2053" url="" path="/Skripsi Nur Afri Ningsih.pdf" mimetype="application/pdf">Analisis Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat  Pada Pasien Glaukoma Sudut Terbuka Primer  di Rumah Sakit Mata Makassar</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>1829</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-05-05 08:56:43</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-05-05 08:56:43</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>