<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1832">
<titleInfo>
<title>Analisis Asuhan Keperawatan Pada 
Pasien Nyeri Post Op Amputasi Dengan Penerapan Teknik Relaksasi Nafas 
Dalam dan Terapi Murottal di RSUP. Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Nurhalizah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">UIN Alauddin Makassar</placeTerm></place>
<publisher>UIN Alauddin Makassar</publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Manajemen nyeri setelah amputasi merupakan suatu tantangan. 
Amputasi anggota tubuh adalah salah satu rasa sakit paling parah yang pernah 
dialami manusia. Hal ini disebabkan oleh besarnya cedera jaringan yang terlibat 
dan beragamnya lokasi pusat yang bertanggung jawab atas timbulnya nyeri; terdiri 
dari daerah perifer, tulang belakang, dan kortikal. Nyeri setelah amputasi 
melibatkan nyeri nosiseptif, akibat cedera tulang dan jaringan lunak, dan nyeri 
neuropatik akibat trauma saraf langsung dan sensitisasi sentral. Hal ini 
menyebabkan bentuk nyeri yang rumit dan bercampur serta berbagai sindrom 
nyeri pasca operasi yang sangat bervariasi. 
Tujuan: Menganalisis Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Gangguan 
Pemenuhan Kebutuhan Nyeri dan Kenyamanan  Menggunakan Intervensi Teknik 
Relaksasi Nafas Dalam dan Terapi Murottal di RSUP. Dr.Wahidin Sudirohusodo 
Makassar. Metode : yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik 
pengumpulan data melalui observasi, wawancara, pemeriksaan fisik dan 
dokumentasi. Penatalaksanaan terapi relasasi nafas dalam dan terapi murottal 
selama 3 hari pemberian. Hasil : analisis data menunjukkan beberapa diagnosis 
yaitu nyeri akut, gangguan mobilitas fisik dan reisiko infeksi. Pemberian terapi 
relasasi nafas dalam dan terapi murottal sebagai salah satu intervensi yang bisa 
digunakan dalam penurunan intensitas nyeri post op amputasi pada pasien 
Kesimpulan: Berdasarkan hasil evaluasi kasus yang dilakukan bahwa pemberian 
terapi relasasi nafas dalam dan terapi murottal menunjukkan penurunan skala 
nyeri 7 ke 3 pada pasien. Diharapkan dalam manajemen nyeri tidak hanya 
berfokus dalam pemberian terapi farmakologi, akan tetapi terapi non farmakalogi 
diberikan untuk membantu mengurangi rasa nyeri.</note>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Repositori FKIK UINAM Perpustakaan FKIK UIN Alauddin Makassar</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="2056" url="" path="/261124-KTA NURHALIZAH 70900123004.pdf" mimetype="application/pdf">Analisis Asuhan Keperawatan Pada Pasien Nyeri Post Op Amputasi  Dengan Penerapan Teknik Relaksasi Nafas Dalam dan Terapi Murottal di RSUP.  Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>1832</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-05-07 07:43:09</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-05-07 07:43:45</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>