<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1910">
<titleInfo>
<title>Gambaran Risiko Kesehatan Kerja Pada Penerapan Kesehatan
Kerja Pada Penerapan Kewaspadaan Standar Pada Perawat Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Makassar Tahun 2024</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Andi Sakinah Muchlis</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">UIN Alauddin Makassar</placeTerm></place>
<publisher>UIN Alauddin Makassar</publisher>
<dateIssued>2024</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Infeksi nosokomial atau healthcare-associated infections (HAIs) adalah infeksi yang terjadi di rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Penyebab terjadinya infeksi nosokomial adalah penerapan kewasapadaan standar yang tidak tepat dan maksimal. Indonesia merupakan negara di Asia Tenggara yang memiliki tingkat prevalensi kejadian infeksi nosokomial yang paling tertinggi pada jangka tahun 1990-2022 yaitu 30,4%. Berdasarkan dari data pada tahun 2020 angka kejadian infeksi nosokomial di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji sebesar 1,6%. Hal tersebut melewati a,bang batas nilai kejadian yang diterapkan oleh Menteri Kesehatan RI No. 129/Menkes/SK/II/2008 yaitu sebesar ≤ 1,5%.
Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat yang bertugas di unit IGD pada RSUD Labuang Baji Makassar dengan jumlah sebanyak 30 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan kewaspadaan standar yang dilakukan oleh para perawat IGD di RSUD Labuang Baji Makassar masih berisiko. Penerapan komponen yang kewaspadaan standar yang dilakukan oleh para perawat seperti pelaksanaan cuci tangan dan penggunaan APD sudah tergolong baik, kecuali pada komponen praktik menyuntik yang aman. Para perawat masih melakukan teknik recapping jarum suntik yang seharusnya dihindari. Diharapkan pihak rumah sakit dapat mengadakan pelatihan tentang pentingnya pembentukan awareness perilaku kesadaran terkait dengan kewaspadaan standar dan mengambil tindakan seperti mengadakan pengawasan dan memberi sanksi yang tegas.</note>
<subject authority=""><topic>Kewaspadaan Standar, Risiko Kesehatan, Hand Hygien</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Repositori FKIK UINAM Perpustakaan FKIK UIN Alauddin Makassar</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="2104" url="" path="/SKRIPSI_ ANDI SAKINAH MUCHLIS.docx" mimetype="application/msword">Gambaran Risiko Kesehatan Kerja Pada Penerapan Kesehatan Kerja Pada Penerapan Kewaspadaan Standar Pada Perawat Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Makassar Tahun 2024</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>1910</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-29 10:10:44</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-29 10:10:44</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>