<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="333">
<titleInfo>
<title>GAMBARAN SPASIAL FAKTOR LINGKUNGAN PENYAKIT ISPA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SOMBA OPU KABUPATEN GOWA</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HADRIANI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"></placeTerm></place>
<publisher>perpustakaan FKIK</publisher>
<dateIssued>2020</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) atau respiratory tract infections adalah infeksi yang terjadi pada rongga hidung, sinus, dan tenggorokan. ISPA disebabkan oleh virus influenza, parainfluenzza, dan lain sebagainya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran spasial faktor lingkungan penyakit ISPA di wilayah kerja Puskesmas Somba Opu Kabupaten Gowa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deskrikptif. Metode yang digunakan adalah pola spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebaran penyakit ISPA berdasarkan luas ventilasi rumah responden (66.3%) memiliki ventilasi rumah yang tidak memenuhi syarat, jenis dindidng rumah responden (25.0%), memiliki jenis dinding rumah yang tidak memenuhi syarat, jenis lantai rumah responden (31.3%) memiliki jenis lantai rumah yang tidak memenuhi syarat, kepadatan hunian responden (31.3%) memiliki kepadatan hunian yang tidak memenuhi syarat, berdasarkan suhu ruangan rumah responden (27.5%) memiliki suhu ruangan yang tidak memenuhi syarat, dan penyebaran penyakit ISPA berdasarkan kelembaban ruangan rumah responden (32.5%) memiliki suhu ruangan yang tidak memenuhi syarat. Penelitian ini diharapkan dapat memperoleh pemahaman yang jelas tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan rumah.
Kata Kunci : Gambaran Spasial, Penyebaran Penyakit ISPA (Luas Ventilasi)</note>
<classification>SKRIPSI 706</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Repositori FKIK UINAM Perpustakaan FKIK UIN Alauddin Makassar</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI 706</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">KES706</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>KES706</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="553" url="" path="/SKRIPSI HADRIANI.docx" mimetype="application/msword">GAMBARAN SPASIAL FAKTOR LINGKUNGAN PENYAKIT ISPA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SOMBA OPU KABUPATEN GOWA</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>333</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-09-07 12:44:49</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-09 09:23:25</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>