<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="346">
<titleInfo>
<title>HUBUNGAN POLA ASUH IBU DAN SOSIAL BUDAYA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA TANAH TOA KECAMATAN KAJANG KABUPATEN BULUKUMBA TAHUN 2020</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HAMDANA RAJAB</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"></placeTerm></place>
<publisher>perpustakaan FKIK</publisher>
<dateIssued>2021</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan gizi pada anak khususnya 
balita. Menurut WHO, Indonesia termasuk kedalam negara ketiga dengan
prevalensi tertinggi terjadinya stunting. Prevalensi stunting di Indonesia tahun 2018 
sebesar 30.8%. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh ibu dan 
sosial budaya dengan kejadian stunting pada balita di Desa Tanah Toa Kecamatan 
tahun 2020.
Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross 
sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita usia 24-59 bulan di 
Desa Tanah Toa dengan jumlah sampel sebanyak 111 balita. Teknik sampling yang 
digunakan yaitu teknik exhaustive sampling.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan praktik 
hygiene/kebersihan, sanitasi lingkungan, pemanfaatan pelayanan kesehatan, dan 
pola asuh ibu dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. Sedangkan, 
tidak terdapat hubungan praktik pemberian makan dan rangsangan psikososial 
dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. Sosial budaya di Desa Tanah 
Toa Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba, secara keseluruhan dapat dikatakan 
baik walaupun terdapat beberapa kebiasaan yang tidak sesuai dengan kesehatan. 
Dalam mengatasi masalah stunting pada balita dapat dilakukan dengan 
memperhatikan pemberian makan serta kebersihan lingkungan disekitar balita.
Kata Kunci : Balita, Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan, Pola Asuh, Praktik Hygiene/Kebersihan, Praktik Pemberian Makan, Rangsangan Psikososial, Sanitasi Lingkungan, Sosial Budaya, Stunting</note>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Repositori FKIK UINAM Perpustakaan FKIK UIN Alauddin Makassar</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KES309</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">KES309</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>KES309</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="554" url="" path="/SKRIPSI HAMDANA RAJAB FIX.pdf" mimetype="application/pdf">HUBUNGAN POLA ASUH IBU DAN SOSIAL BUDAYA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA TANAH TOA KECAMATAN KAJANG KABUPATEN BULUKUMBA TAHUN 2020</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>346</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-09-07 13:11:51</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-07 13:15:35</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>