<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="433">
<titleInfo>
<title>GANGGGUAN HAID OLIGOMENOREA PADA WANITA USIA REPRODUKSI (LITERATUR REVIEW)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>A’ISA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Perpustakaan FKIK</placeTerm></place>
<publisher>perpustakaan FKIK</publisher>
<dateIssued>2020</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Oligomenorea merupakan gangguan siklus haid yang siklusnya lebih dari 
35 hari namun perdarahannya tetap sama. 
Penelitian ini bertujuan untuk memahami asuhan kebidanan pada wanita 
usia reproduksi dengan Oligomenorea. Metode yang digunakan pada penelitian ini 
yaitu studi literatur (Literatur Review) dengan mengumpulkan dan mempelajari 
buku-buku, literature dan media internet yang berhubungan dengan oligomenorea 
sesuai dengan evidence based. 
Berdasarkan hasil penelitian bahwa pemeriksaan yang dilakukan untuk 
menegakkan diagnosis oligomenorea yaitu dengan menghitung siklus haid 
apakah lebih dari 35 hari namun kurang dari 3 bulan. Penatalaksanaan 
oligomenorea dapat dilakukan dengan memberikan asuhan sesuai evidence based 
dengan cara memberikan terapi hormone bila perlu dan melakukan penyuluhan 
tentang status gizi dan olahraga teratur serta menjelaskan efek stress terhadap 
ketidakteraturan siklus menstruasi.
Kesimpulannya yaitu didapatkannya penatalaksanaan yang tepat dan 
efektif sesuai evidence based pada oligomenorea dan pentingnya memberikan 
informasi dan edukasi kepada wanita usia reproduksi dalam hal ini pada remaja 
untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta pentingnya berolahraga.
Kata kunci : Wanita Usia Reproduksi, Oligomenorea, Siklus Menstruasi.</note>
<classification>SKRIPSI KEB326</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Repositori FKIK UINAM Perpustakaan FKIK UIN Alauddin Makassar</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KEB326</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">KEB326</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>KEB326</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="650" url="" path="/Karya Tulis Ilmiah A'isa.pdf" mimetype="application/pdf">GANGGGUAN HAID OLIGOMENOREA PADA  WANITA USIA REPRODUKSI (LITERATUR REVIEW)</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>433</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-09-08 13:06:54</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-09 09:52:38</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>