<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="506">
<titleInfo>
<title>MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH DENGAN IKTERUS NEONATORUM(Literature Review)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ANDRIANI BAGAS</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"></placeTerm></place>
<publisher>perpustakaan FKIK</publisher>
<dateIssued>2020</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Bayi berat lahir rendah adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gr tanpa memandang usia gestasi, dan ikterus adalah pewarnaan kuning pada kulit bayi yang disebabkan oleh penumpukan bilirubin indirek dibawah kulit. Bayi berat lahir rendah rentan mengalami ikters karena saat lahir hepar bayi belum sempurna sehingga proses konjugasi bilirubin indirek menjadi terhambat dan kemudian bilirubin yang gagal terkonjugasi akan tertumpuk dibawah kulit yang menyebabkan bayi menjadi kuning. 34% AKB di Indonesia disebabkan karena kasus BBLR dan 6% dari kasus Ikterus, sementara pada kasus BBLR memiliki resiko 70% mengalami Ikterus.
Metode yang digunakan adalah literatur review, dengan cara mengumpulkan beberapa referensi. penulis akan meringkas dan membandingkan hasil-hasil penelitian satu dengan yang lainnya, serta menggabungkan literatur review dengan 7 langkah varney.
Referensi yang digunakan dari tahun 2010 sampai 2020, dari jumlah kurang lebih 60 referensi yang telah didapatkan perlu diketahui diagnosa terbaru pada bayi berat lahir rendah dengan ikterus dapat ditegakkan berdasarkan pemeriksaan antropometri, pemeriksaan kadar bilirubin dalam darah dan gambaran klinis pada bayi berat lahir rendah disertai ikterus.
Kesimpulan dari literatur review ini berdasarkan referensi yang terbaru yaitu mempertahankan suhu tubuh bayi, pengawasan nutrisi, mencegah infeksi, foto terapi, perawatan metode kanguru.
Kata Kunci : Bayi Berat Lahir Rendah, Bayi Ikterus, 7 Langkah Varney</note>
<classification>SKRIPSI KEB441</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Repositori FKIK UINAM Perpustakaan FKIK UIN Alauddin Makassar</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KEB441</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">KEB441</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>KEB441</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="723" url="" path="/andriani bagas kti (1).pdf" mimetype="application/pdf">MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH DENGAN IKTERUS NEONATORUM (Literature Review)</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>506</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-09-09 09:56:25</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-09 10:00:16</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>