<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="584">
<titleInfo>
<title>HUBUNGAN KARAKTERISTIK KELUARGA DAN KEBIASAAN MAKAN DENGAN STATUS GIZI ANAK BADUTA  DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MINASA UPA TAHUN 2012</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HELMI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Kesehatan Masyarakat</placeTerm></place>
<publisher>perpustakaan FKIK</publisher>
<dateIssued>2012</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Anak baduta merupakan generasi penerus dan sebagai modal pembangunan bangsa dimasa mendatang. Kelangsungan hidup anak dan kualitas sumber daya manusia mendatang tergantung pada kualitas hidup anak di masa kini. Berdasarkan data Depkes (2004), pada tahun 2003 secara Nasional terdapat sekitar 27,5% (5 juta baduta) kurang gizi, 8,3% (1,5 juta baduta) gizi buruk. Namun demikian terdapat 110 kabupaten/kota mempunyai prevalensi gizi kurang (termasuk gizi buruk) di atas 30% yang menurut WHO di kelompokkan kategori sangat tinggi, kondisi ini sangat memperihatikan karena mengancam kualitas sumber daya manusia di masa depan. 
Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara karakteristik keluarga dan kebiasaan makan dengan status gizi anak baduta di wilayah kerja Puskesmas Minasa Upa Tahun 2012. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan menggunakan pendekatan Cross sectional study. Dalam penentuan jumlah sampel menggunakan Lottery Technique dengan jumlah sampel sebanyak 76 anak baduta. Analisis data dilakukan secara elektronik dengan menggunakan computer program WHO Antroplus untuk olah data status gizi dan program SPSS, untuk mengetahui hubungan antara karakteristik keluarga dan kebiasaan makan dengan status gizi anak baduta dilakukan dengan uji Chi-Square.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa tidak ada hubungan jumlah anggota keluarga dengan status gizi anak baduta (P=0,364&#62;0,05), ada hubungan pendapatan keluarga dengan status gizi anak baduta (P=0,000</note>
<classification>SKRIPSI KES27</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Repositori FKIK UINAM Perpustakaan FKIK UIN Alauddin Makassar</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KES27</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">KES27</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>KES27</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="800" url="" path="/BAB I.docx" mimetype="application/msword">HUBUNGAN KARAKTERISTIK KELUARGA DAN KEBIASAAN MAKAN DENGAN STATUS GIZI ANAK BADUTA  DI WILAYAH KERJA  PUSKESMAS MINASA UPA TAHUN 2012</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>584</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-09-13 09:16:55</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-13 09:21:08</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>