<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="689">
<titleInfo>
<title>DISTRIBUSI SPASIAL KASUS KECACINGAN (Ascaris Lumbricoides) PADA ANAK BALITA DI PULAU KODINGARENG LOMPO KEC. UJUNG TANAH KOTA MAKASSAR TAHUN 2016</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ANDI TRI REZKI AMALIAH SAHIB</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Kesehatan Masyarakat</placeTerm></place>
<publisher>perpustakaan FKIK</publisher>
<dateIssued>2016</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<relatedItem type="series">
<titleInfo>
<title>Untuk Baca FULL TEXT di Perpustakaan FKIK UINAM</title>
</titleInfo>
</relatedItem>
<note>Infeksi cacing merupakan salah satu penyakit yang paling umum tersebar 
dan menjangkiti banyak manusia di seluruh dunia. Sampai saat ini penyakit 
kecacingan masih tetap merupakan suatu masalah karena kondisi sosial dan 
ekonomi di beberapa bagian dunia. Kejadian kecacingan berkaitan dengan 
karakteristik orang, kondisi lingkungan, dan keadaan waktu. Pulau Kodingareng 
Lompo merupakan salah satu kepulauan yang terletak di Kota Makassar yang 
menjadi daerah penderita kecacingan tertinggi. Sehingga penelitian ini bertujuan 
untuk mengetahui distribusi spasial kejadian kecacingan di Pulau Kodingareng 
Lompo Kec. Ujung Tanah Kota Makassar Tahun 2016. 
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan 
rancangan deskriptif observasional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua 
kasus kecacingan pada tahun 2016 dan sampel diambil secara total sampling
berjumlah 121 responden. Dari 121 responden kemudian dilakukan pemeriksaan 
feces secara laboratorium dan ditemukan hasil yang positif menderita kecacingan 
sebanyak 73 responden dan negative sebanyak 48 responden. Dilakukan pemetaan 
pada alamat kasus dengan menggunakan Global Positioning System (GPS).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden 
berumur 3 tahun yaitu sebesar 34.2%, jenis kelamin terbanyak adalah perempuan 
yaitu sebesar 53.4%, status ekonomi terbanyak yaitu prasejahtera sebesar 86.3%, 
penggunaan alas kaki terbanyak yaitu sebesar 31.5%, kategori menjaga kebersihan 
kuku sebanyak 21.9%, kategori menjaga kebersihan tangan sebanyak 9.6%, 
kategori bermain di tanah sebanyak 76.7%, kategori menjaga kebersihan pakaian 
sebanyak 15.1%, kategori menjaga kebersihan gigi sebanyak 21.3%, katgeori 
kebiasaan mandi terbanyak adalah 1xsehari sebesar 74.0%. Kasus kecacingan 
manusia paling banyak ditemukan di RW III. Sebagian besar responden memiliki 
jamban sebesar 28.8%, jenis lantai rumah terbanyak yaitu plesteran sebesar 
89.0%, responden yang memiliki air bersih sebesar 17.8%, air minum yang 
digunakan terbanak adalah jenis air minum galon sebesar 84.9%, responden yang 
memiliki tempat sampah terbanyak sebesar 8.2%, semua responden tidak 
memiliki SPAL. Sebagian besar responden lama menderita kecacingan dalam 
kurun waktu &#62;1 bulan sebesar 86.3%. Buruknya personal hygine dan sanitasi 
lingkungan yang kurang memadai menjadi masalah terkait penyakit kecacingan di 
Pulau Kodingareng Lompo. 
Disarankan adanya sosialisasi kepada masyarakat tentang penyakit 
kecacingan melalui media cetak ataupun peretemuan secara informal dan 
xiv
15
melakukan upaya untuk meningkatkan mutu lingkungan dan personal hygine 
untuk mencegah penyebaran penyakit kecacingan seperti penyediaan jamban, 
SPAL, dan tempat sampah. 
Kata Kunci : Kecacingan, Ascaris lumbricoides, distribusi spasial, Pulau 
Kodingareng Lompo, Makassar, GPS.</note>
<classification>SKRIPSI KES183</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Repositori FKIK UINAM Perpustakaan FKIK UIN Alauddin Makassar</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KES183</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">KES183</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>KES183</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="944" url="" path="/ANDI TRI REZKI AMALIAH SAHIB.pdf" mimetype="application/pdf">DISTRIBUSI SPASIAL KASUS KECACINGAN (Ascaris Lumbricoides) PADA ANAK BALITA DI PULAU KODINGARENG LOMPO  KEC. UJUNG TANAH KOTA MAKASSAR TAHUN 2016</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>689</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-09-14 13:11:34</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-14 13:14:13</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>