<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="750">
<titleInfo>
<title>HUBUNGAN TEMPAT PENAMPUNGAN AIR DENGAN KEPADATAN  JENTIK NYAMUK Aedes aegypti DI RW III KELURAHAN  LALOLANG KECAMATAN TANETE RILAU KABUPATEN BARRU TAHUN 2011</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MUSDAMULIA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Kesehatan Masyarakat</placeTerm></place>
<publisher>perpustakaan FKIK</publisher>
<dateIssued>2011</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyebab utama dan 
kematian pada anak-anak, terutama di negara-negara yang sedang berkembang. 
Penyakit DBD merupakan penyakit menular dan endemis di Indonesia. Penyakit 
ini termasuk yang banyak menimbulkan keresahan masyarakat karena tingginya 
angka kesakitan yang ditimbulkan serta kematian dalam waktu yang singkat.
Tempat perindukan Ae. Aegypti di negara asalnya berbeda halnya dengan di Asia 
dan Afrika, nyamuk hidup di hutan dan tempat perindukan pada genangan air di
pohon, sedangkan di Asia nyamuk hidup di daerah pemukiman dan tempat 
perindukan pada genangan air bersih buatan manusia (Man Made Breeding Place) 
Kebiasaan penduduk menyimpan air di tempat penampungan air berbeda-beda 
dari beberapa macam bahan-bahan. Di Indonesia diperkenankan setiap rumah 
memiliki TPA lebih dari 1 buah , perilaku menyimpan air ini sangat tergantung 
kultur dan tempat terhadap kebutuhan air.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kepadatan jentik nyamuk Aedes 
aegypti, yakni, Kepadatan jentik, Macam TPA, Penutup TPA, dan Kebersihan 
TPA. Penelitian diatas menggunakan rancangan cross sectional, dilaksanakan di 
RW III Kel. Lalolang Kec. Tanete Rilau Kab. Barru dengan jumlah sampel 
sebanyak 136 rumah tangga yang menjadi responden.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara Macam TPA 
dengan Kepadatan jentik nyamuk Aedes aegypti, tidak terdapat hubungan 
antara Penutup TPA dengan Kepadatan jentik nyamuk Aedes aegypti, dan terdapat 
hubungan antara Kebersihan TPA dengan Kepadatan jentik nyamuk Aedes 
aegypti.
Penelitian menyarankan agar masyarakat menggunakan TPA yang tidak 
disukai nyamuk.misalnya Drum ( terbuat dari logam ). Menggunakan TPA yang 
memiliki penutup, dan mengupayakan setiap TPA ditutup rapat. Serta 
Membersihkan TPA minimal seminggu sekali, agar bersih, terang tanpa lumut, 
sehingga nyamuk tidak tertarik untuk masuk dan berkembangbiak.
Kata Kunci : Tempat Penampungan Air dengan Kepadatan Jentik</note>
<classification>SKRIPSI KES228</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Repositori FKIK UINAM Perpustakaan FKIK UIN Alauddin Makassar</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KES228</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">KES228</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>KES228</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="1018" url="" path="/Musdamulia (70200107029).pdf" mimetype="application/pdf">HUBUNGAN TEMPAT PENAMPUNGAN AIR DENGAN KEPADATAN  JENTIK NYAMUK Aedes aegypti DI RW III KELURAHAN  LALOLANG KECAMATAN TANETE RILAU KABUPATEN BARRU TAHUN 201</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>750</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-09-16 13:33:29</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-16 13:35:38</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>