<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="831">
<titleInfo>
<title>MOTIVASI PENGGUNAAN KACAMATA LAS (GOGEL) PADA PEKERJA USAHA PENGELASAN DI KELURAHAN BATUA KOTA MAKASSAR TAHUN 2010</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RIA ANGGRAENI SYAHRIR</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Kesehatan Masyarakat</placeTerm></place>
<publisher>perpustakaan FKIK</publisher>
<dateIssued>2010</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Motivasi merupakan faktor pendorong atau faktor pemicu seseorang
melakukan suatu tindakan. Proses motivasi sebagian besar diarahkan untuk
memenuhi dan mencapai kebutuhan
Tujuan penelitian ini adalah Untuk memperoleh gambaran tentang
penggunaan kacamata las pada pekerja usaha pengelasan di Kelurahan Batua
Tahun 2010
Desain penelitian ini termasuk penelitian survei deskriptif Metode sampling
yang digunakan adalah accidental sampel. Sampel yang diambil sebanyak 41
responden yaitu pekerja usaha pengelasan di Kelurahan Batua yang menggunakan
gogel. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan kuesioner. Berdasarkan
hasil penelitian, diperoleh data bahwa kenyamanan dapat memotivasi pekerja
sebesar 26,8%, keselamatan dapat memotivasi pekerja sebesar 29,3%, kesehatan
dapat memotivasi pekerja sebesar 34,14%, pengawasan pimpinan memotivasi
pekerja sebesar 7,3%, lingkungan sekerja dapat memotivasi pekerja sebesar
36,6% dan pengalaman cedera dapat memotivasi pekerja sebesar 24,4%. Dari
keseluruhan hasil terlihat bahwa yang paling besar kemampuannya untuk
memotivasi pekerja secara kuat adalah melalui lingkungan sekerjanya dan yang
paling sedikit memotivasi secara kuat pekerja untuk menggunakan gogel adalah
pengawasan pimpinan.
Dari hasil penelitian ini maka penulis menyarankan antara lain, perlu adanya
penyuluhan mengenai pentingnya penggunaan gogel dan peningkatan derajat
kesehatan pekerja di Industri non formal dan diadakannya pemeriksaan kesehatan
berkala oleh terhadap pekerja baik itu industri formal maupun non formal demi
peningkatan produktivitas kerja nasional serta sangat perlu ditingkatkannya
pengawasan oleh pimpinan melalui pemberian sangsi untuk memotivasi pekerja
menggunakan Kacamata Las (gogel).
Daftar Pustaka ; 25, tahun 1984 – 2009</note>
<classification>SKRIPS KES366</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Repositori FKIK UINAM Perpustakaan FKIK UIN Alauddin Makassar</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPS KES366</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">KES366</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>KES366</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="1104" url="" path="/SKRIPSI RIA ANGGRAENI SYAHRIR.pdf" mimetype="application/pdf">Motivasi Penggunaan Kacamata Las (Gogel) pada Pekerja Usaha Pengelasan di Kelurahan Batua Makassar Tahun 2010.</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>831</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-09-17 14:40:29</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-17 14:43:55</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>